NAMA : SLAMET RIYADI (21208180) 3EB14
UNIVERSITY GUNADARMA
Jl. K.H Noor Ali, Kalimalang-Bekasi
No. : 007/180290/UG/XIII/2010 Bekasi March 18, 2011
Subject: Seminar
Dear.
Gunadarma University Students
Assalamu’alaikum wr. Wb.
In connection with the rise of Anarchist action and the more widespread use of illicit drugs Among students, it is Very Important That We act together, We hereby invite Mr / Mrs to attend the seminars That We conduct:
The event will from Insha Allah be held on:
Day : Saturday Date March 19
Time : 08.00 s.d 14:00
Venue : Room J167
Similarly, We submit this letter, hopefully the father / mother cans understand. For your attention and cooperation father / mother. We give thanks.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Chief Organizer
Jumat, 25 Maret 2011
Selasa, 11 Januari 2011
Job Refusal Sample Letter 1: Refusal of Sales Job
Mr. Joseph M. Francis
Marketing Head,
ABC Corporation,
983, Matthew Road,
Massachusetts,
USA
Dear Mr. Francis,
I'm delighted to know that I have been shortlisted as the final candidate for getting into the sales team of your firm. I wish to extend my thanks to all the people in the recruitment process who gave their valuable time for considering me as the right aspirant for the post. I always wanted to be a part of a growing sales team. However, the job location and the responsibilities of being a single parent, are clashing with one another.
After viewing my over all responsibilities, I have decided not to devote myself to your generous offer. I'm thanking you again for considering me as an appropriate candidate for the position.
Sincerely,
(Your Signature)
(Your Name)
(Your Address)
(Contact Number)
Marketing Head,
ABC Corporation,
983, Matthew Road,
Massachusetts,
USA
Dear Mr. Francis,
I'm delighted to know that I have been shortlisted as the final candidate for getting into the sales team of your firm. I wish to extend my thanks to all the people in the recruitment process who gave their valuable time for considering me as the right aspirant for the post. I always wanted to be a part of a growing sales team. However, the job location and the responsibilities of being a single parent, are clashing with one another.
After viewing my over all responsibilities, I have decided not to devote myself to your generous offer. I'm thanking you again for considering me as an appropriate candidate for the position.
Sincerely,
(Your Signature)
(Your Name)
(Your Address)
(Contact Number)
Senin, 22 November 2010
business letter
Acceptance of Counter Proposal
Dear
Your counter proposal on the above referenced project
has been reviewed and is acceptable in its entirety.
We are enclosing an executed copy of the agreement along
with two copies for your files.
We are enthusiastically looking forward to this project
and are pleased about having the opportunity to work
together.
Dear
Your counter proposal on the above referenced project
has been reviewed and is acceptable in its entirety.
We are enclosing an executed copy of the agreement along
with two copies for your files.
We are enthusiastically looking forward to this project
and are pleased about having the opportunity to work
together.
Senin, 31 Mei 2010
Eksistensi Para Hooligan
Mendengar kata hooligan mungkin yang ada di dalam benak kita semua adalah rusuh, kelahi, membuat onar, kacau, dan sebagainya. Tetapi memang itulah yang sering kita lihat dan dengar tentang hooligan. Sampai saat ini hooligan masi dicekal dan dikenal dengan keanarkisannya. Sebelum kita mendifinisikan dan menilai hooligan itu seperti apa, ada baiknya kita cari tau dulu tentang sejarah hooligan itu sendiri.
Hooligan adalah sekelompok suporter fanatik sepakbola di Inggris yang sering berbuat onar dan keributan, baik sebelum pertandingan maupun sesudah pertandingan. Di negaranya, Inggris kamus buatan Oxford mengartikan bahwa Hooligan adalah anak muda yang yang sering sekali berbuat rusuh dan bertindak kekerasan di tempat umum. Ada juga yang mendefinisikan Hooligan adalah sekelompok masyarakat yang mengalami keterpinggiran sosial, memebeda – bedakan antara si miskin dan si kaya. Hal ini lah yang membuat mereka (Hooligan.red) membedakan diri dengan membentuk kelompok sendiri.
Biasanya para Hooligan bisa dilihat dari cara mereka datang untuk mendukung tim kesayangannya. Biasanya mereka datang bergerombol menggunakan mobil pick up dan truk sambil meneriakan dukungan, kemudian mencaci orang – orang jika ada yang melihatinya, mabok – mabokan dan menggunakan pakaian yang acak – acakan.
Kelakuan para Hooligan yang paling parah terjadi ketika final Liga Champion digelar pada tanggal 29 Mei 1985. Ketika itu pertandingan antara Liverpool melawan Juventus. Seusai pertandingan selesai, terjadilah baku hantam antar suporter. Dan Hooligan dengan kebringasannya berhasil menewaskan 39 pendukung Juventus. Karena kelakuannya ini, pada saat itu tim sepakbola Inggris dilarang bermain sepakbola di Eroap selama 5 tahun. Sampai sekarang Hooligan masih ada di tanah Inggris dan sudah banyak dilihat dengan banyak dibentuknya club Hooligan
Jika kita membandingkan dengan suporter di Indonesia, apakah suporter tim sepakbola Indonesia bisa dikatakan anarkis jika kita sudah tahu bahwa di Eropa pun suporter sering berbuat kerusuhan ?
Mendengar kata hooligan mungkin yang ada di dalam benak kita semua adalah rusuh, kelahi, membuat onar, kacau, dan sebagainya. Tetapi memang itulah yang sering kita lihat dan dengar tentang hooligan. Sampai saat ini hooligan masi dicekal dan dikenal dengan keanarkisannya. Sebelum kita mendifinisikan dan menilai hooligan itu seperti apa, ada baiknya kita cari tau dulu tentang sejarah hooligan itu sendiri.
Hooligan adalah sekelompok suporter fanatik sepakbola di Inggris yang sering berbuat onar dan keributan, baik sebelum pertandingan maupun sesudah pertandingan. Di negaranya, Inggris kamus buatan Oxford mengartikan bahwa Hooligan adalah anak muda yang yang sering sekali berbuat rusuh dan bertindak kekerasan di tempat umum. Ada juga yang mendefinisikan Hooligan adalah sekelompok masyarakat yang mengalami keterpinggiran sosial, memebeda – bedakan antara si miskin dan si kaya. Hal ini lah yang membuat mereka (Hooligan.red) membedakan diri dengan membentuk kelompok sendiri.
Biasanya para Hooligan bisa dilihat dari cara mereka datang untuk mendukung tim kesayangannya. Biasanya mereka datang bergerombol menggunakan mobil pick up dan truk sambil meneriakan dukungan, kemudian mencaci orang – orang jika ada yang melihatinya, mabok – mabokan dan menggunakan pakaian yang acak – acakan.
Kelakuan para Hooligan yang paling parah terjadi ketika final Liga Champion digelar pada tanggal 29 Mei 1985. Ketika itu pertandingan antara Liverpool melawan Juventus. Seusai pertandingan selesai, terjadilah baku hantam antar suporter. Dan Hooligan dengan kebringasannya berhasil menewaskan 39 pendukung Juventus. Karena kelakuannya ini, pada saat itu tim sepakbola Inggris dilarang bermain sepakbola di Eroap selama 5 tahun. Sampai sekarang Hooligan masih ada di tanah Inggris dan sudah banyak dilihat dengan banyak dibentuknya club Hooligan
Jika kita membandingkan dengan suporter di Indonesia, apakah suporter tim sepakbola Indonesia bisa dikatakan anarkis jika kita sudah tahu bahwa di Eropa pun suporter sering berbuat kerusuhan ?
Cara Belajar Yang Baik
Belajar adalah melihat, mendengar, memperhatikan, mempelajari, dan kegiatan lain yang menunjang dengan tujuan orang yang belajar bisa memahami apa yang sedang dipelajarinya.
Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah maupun di kampus ketika jam pelajaran berlangsung yang dibimbing oleh Bapak guru atau Ibu dosen. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah, baik dengan PR (pekerjaan rumah) maupun tidak. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru dan waktu yang sedikit mengakibatkan dampak yang tidak baik.
Nah, bagaimana belajar yang baik? Apa kuncinya? Berikut ini tips-tips nya:
Pertama, Niat dan berdoa.
Kalau tidak ada niat, belajar sekeras apapun tidak ada gunanya. Berdoalah kepada Tuhan YME agar proses belajar dapat dimudahkan oleh-Nya.
Kedua, Membaca.
Kamu harus rajin membaca, karena dengan membaca,
wawasan kita akan bertambah luas.
Ketiga, Selalu membuat ringkasan pelajaran.
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana, sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada.
Keempat, Rajin mengulang pelajaran.
Jangan bosan mengulang apa yang baru saja dipelajari, sehingga diharapkan hal yang sudah dipelajari selalu tersimpan di ingatan kita.
Kelima, Belajar dengan serius dan tekun.
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian.
Keenam, Hindari belajar berlebihan. Bila menjelang ujian, biasanya para pelajar belajar semalam suntuk alias sistem SKS (sistem kebut semalam). Cara seperti ini sebaiknya dihindari, karena pelajaran yang kamu pelajari pun tidak akan masuk sepenuhnya dan dapat merusak kesehatan juga. Justru, bila esok harinya kamu akan ujian, ada baiknya kamu tidur tepat waktu.
Ketujuh, Aktiflah dalam bertanya.
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakanlah kepada guru, teman atau orang tua. Semakin banyak bertanya, maka kita akan selalu ingat dengan jawabannya.
Kedelapan, Belajar kelompok.
Belajar kelompok juga merupakan kegiatan belajar yang menyenangkan. Dengan adanya teman, acara belajar kamu jadi lebih semangat dan bisa sama-sama mencari jawaban dari soal yang paling sulit sekalipun.
Begitulah tips cara belajar yang baik, semoga bermanfaat untuk kita semua. SEMOGA BERMANFAAT……
Belajar adalah melihat, mendengar, memperhatikan, mempelajari, dan kegiatan lain yang menunjang dengan tujuan orang yang belajar bisa memahami apa yang sedang dipelajarinya.
Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah maupun di kampus ketika jam pelajaran berlangsung yang dibimbing oleh Bapak guru atau Ibu dosen. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah, baik dengan PR (pekerjaan rumah) maupun tidak. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru dan waktu yang sedikit mengakibatkan dampak yang tidak baik.
Nah, bagaimana belajar yang baik? Apa kuncinya? Berikut ini tips-tips nya:
Pertama, Niat dan berdoa.
Kalau tidak ada niat, belajar sekeras apapun tidak ada gunanya. Berdoalah kepada Tuhan YME agar proses belajar dapat dimudahkan oleh-Nya.
Kedua, Membaca.
Kamu harus rajin membaca, karena dengan membaca,
wawasan kita akan bertambah luas.
Ketiga, Selalu membuat ringkasan pelajaran.
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana, sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada.
Keempat, Rajin mengulang pelajaran.
Jangan bosan mengulang apa yang baru saja dipelajari, sehingga diharapkan hal yang sudah dipelajari selalu tersimpan di ingatan kita.
Kelima, Belajar dengan serius dan tekun.
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian.
Keenam, Hindari belajar berlebihan. Bila menjelang ujian, biasanya para pelajar belajar semalam suntuk alias sistem SKS (sistem kebut semalam). Cara seperti ini sebaiknya dihindari, karena pelajaran yang kamu pelajari pun tidak akan masuk sepenuhnya dan dapat merusak kesehatan juga. Justru, bila esok harinya kamu akan ujian, ada baiknya kamu tidur tepat waktu.
Ketujuh, Aktiflah dalam bertanya.
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakanlah kepada guru, teman atau orang tua. Semakin banyak bertanya, maka kita akan selalu ingat dengan jawabannya.
Kedelapan, Belajar kelompok.
Belajar kelompok juga merupakan kegiatan belajar yang menyenangkan. Dengan adanya teman, acara belajar kamu jadi lebih semangat dan bisa sama-sama mencari jawaban dari soal yang paling sulit sekalipun.
Begitulah tips cara belajar yang baik, semoga bermanfaat untuk kita semua. SEMOGA BERMANFAAT……
SISTEMATIKA PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
VERSI DEPDIKNAS UNTUK KENAIKAN PANGKAT
1. LAPORAN HASIL PENELITIAN :
A. Bagian Pembuka :
• Halaman judul.
• Lembar pengesahan.
• Kata pengantar.
• Daftar isi.
• Daftar Lampiran.
B. Bagian Isi :
Bab I Pendahuluan
- Latar belakang masalah.
- Rumusan masalah.
- Tujuan penelitian.
- Manfaat penelitian.
Bab II Kajian teori atau tinjauan kepustakaan
- Pemahasan teori
- Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
- Pengajuan hipotesis
Bab III Metodologi penelitian
- Waktu dan tempat penelitian.
- Metode dan rancangan penelitian
- Populasi dan sampel.
- Instrumen penelitian.
- Pengumpulan data dan analisis data.
Bab IV Hasil Penelitian
- Jabaran varibel penelitian.
- Hasil penelitian.
- Pengajuan hipotesis.
- Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.
Bab V Kesimpulan dan saran
C. Bagian penunjang
- Daftar pustaka.
- Lampiran- lampiran antara lain instrument penelitian.
2. LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS :
A. Bagian Pembuka :
- Halaman judul.
- Lembar pengesahan.
- Kata pengantar.
- Daftar isi.
- Daftar Lampiran.
B. Bagian Isi :
Bab I Pendahuluan
- Latar belakang masalah.
- Identifikasi masalah.
- Pembatasan dan rumusan masalah.
- Tujuan penelitian.
- Manfaat hasil penelitian.
Bab II Kajian pustaka
- Kajian teori.
- Kajian hasil penelitian.
Bab III Metodologi / Metode penelitian
- Objek tindakan.
- Setting/Lokasi/Subjek penelitia.
- Metode pengumpulan data.
- Metode analisis data.
- Cara pengambilan kesimpulan.
Bab IV Hasil Penelitian
- Gambaran selintas tentang setting.
- Uraian penelitian secara umum – keseluruhan.
- Penjelasan per siklus.
- Proses menganalisa data.
- Pembahasan dan pengambilan kesimpulan.
Bab V Kesimpulan dan saran
- Kesimpulan.
- Saran untuk tindakan lebih lanjut.
C. Bagian penunjang/penutup
- Daftar pustaka.
- Lampiran- lampiran.
3. TINJAUAN/ULASAN ILMIAH HASIL GAGASAN SENDIRI :
A. Bagian Pendahuluan :
- Halaman judul.
- Lembar pengesahan.
- Kata pengantar.
- Daftar isi.
- Abstrak.
B. Bagian Isi :
Bab I : Pendahuluan uraian mengenai hal yang dipermasalahkan.
Bab II: Kajian teori dan fakta mengenai hal yang dipermasalahkan.
BabIII: Tinjauan/ulasan.
Bab IV: Kesimpulan.
C. Bagian penunjang :
- Daftar pustaka.
- Lampiran- lampiran.
1. 4. BUKU
1. A. Bagian Pendahuluan
- Kata pengantar
- Daftar isi
- Penjelasan tujuan buku pelajaran
- Petunjuk penggunaan buku
- Petunjuk pengerjaan soal latihan
1. B. Bagian isi
- Judul bab atau topic isi bahasan
- Uraian singkat isi pokok bahasan
- Penjelasan tujuan bab
- Uraian isi pelajaran
- Penjelasan teori
- Sajian contoh
- Ringkasan isi bab
- Soal latihan
- Kunci jawaban soal latihan
1. C. Bagian penunjang
- Daftar pustaka
- Lampiran-lampiran
5. MODUL :
1. Judul
2. Pengantar
3. Petunjuk penggunaan modul
4. Yujuan umum pembelajaran
5. Kemampuan prasyarat
6. Pretest
7. Tujuan khusus pembelajaran
8. Isi bahasan
9. Kegiatan belajar
10. Rangkuman
11. Tes
12. Sumber media yang digunakan
13. Tes akhir dan umpan balik
14. Rancangan pengajaran
15. Daftar pustaka
6. DIKTAT PELAJARAN:
A. Bagian Pendahuluan :
- Halaman judul.
- Kata pengantar.
- Daftar isi.
- Penjelasan tujuan diktat pelajaran.
B. Bagian Isi :
- Judul bab atau topik isi bahasan.
- Penjelasan tujuan bab.
- Uraian isi pelajaran.
- Penjelasan teori.
- Sajian contoh.
- Soal latihan.
C. Bagian penunjang :
- Daftar pustaka.
- Lampiran- lampiran.
7. ALAT PERAGA
A.Bagian Pembuka
– Halaman judul
– Lembar pengesahan
– Kata pengantar
– Daftar isi
B. Bagian isi
– Latar belakang pembuatan alat peraga
– Manfaat alat peraga
– Bahan yang digunakan
– Keadaan siswa sebelum dans esudah menggunakan alat peraga
– Prestasi siswa sebelum dan sesudah menggunakan alat peraga
– Foto / gambar alat peraga
VERSI DEPDIKNAS UNTUK KENAIKAN PANGKAT
1. LAPORAN HASIL PENELITIAN :
A. Bagian Pembuka :
• Halaman judul.
• Lembar pengesahan.
• Kata pengantar.
• Daftar isi.
• Daftar Lampiran.
B. Bagian Isi :
Bab I Pendahuluan
- Latar belakang masalah.
- Rumusan masalah.
- Tujuan penelitian.
- Manfaat penelitian.
Bab II Kajian teori atau tinjauan kepustakaan
- Pemahasan teori
- Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
- Pengajuan hipotesis
Bab III Metodologi penelitian
- Waktu dan tempat penelitian.
- Metode dan rancangan penelitian
- Populasi dan sampel.
- Instrumen penelitian.
- Pengumpulan data dan analisis data.
Bab IV Hasil Penelitian
- Jabaran varibel penelitian.
- Hasil penelitian.
- Pengajuan hipotesis.
- Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.
Bab V Kesimpulan dan saran
C. Bagian penunjang
- Daftar pustaka.
- Lampiran- lampiran antara lain instrument penelitian.
2. LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS :
A. Bagian Pembuka :
- Halaman judul.
- Lembar pengesahan.
- Kata pengantar.
- Daftar isi.
- Daftar Lampiran.
B. Bagian Isi :
Bab I Pendahuluan
- Latar belakang masalah.
- Identifikasi masalah.
- Pembatasan dan rumusan masalah.
- Tujuan penelitian.
- Manfaat hasil penelitian.
Bab II Kajian pustaka
- Kajian teori.
- Kajian hasil penelitian.
Bab III Metodologi / Metode penelitian
- Objek tindakan.
- Setting/Lokasi/Subjek penelitia.
- Metode pengumpulan data.
- Metode analisis data.
- Cara pengambilan kesimpulan.
Bab IV Hasil Penelitian
- Gambaran selintas tentang setting.
- Uraian penelitian secara umum – keseluruhan.
- Penjelasan per siklus.
- Proses menganalisa data.
- Pembahasan dan pengambilan kesimpulan.
Bab V Kesimpulan dan saran
- Kesimpulan.
- Saran untuk tindakan lebih lanjut.
C. Bagian penunjang/penutup
- Daftar pustaka.
- Lampiran- lampiran.
3. TINJAUAN/ULASAN ILMIAH HASIL GAGASAN SENDIRI :
A. Bagian Pendahuluan :
- Halaman judul.
- Lembar pengesahan.
- Kata pengantar.
- Daftar isi.
- Abstrak.
B. Bagian Isi :
Bab I : Pendahuluan uraian mengenai hal yang dipermasalahkan.
Bab II: Kajian teori dan fakta mengenai hal yang dipermasalahkan.
BabIII: Tinjauan/ulasan.
Bab IV: Kesimpulan.
C. Bagian penunjang :
- Daftar pustaka.
- Lampiran- lampiran.
1. 4. BUKU
1. A. Bagian Pendahuluan
- Kata pengantar
- Daftar isi
- Penjelasan tujuan buku pelajaran
- Petunjuk penggunaan buku
- Petunjuk pengerjaan soal latihan
1. B. Bagian isi
- Judul bab atau topic isi bahasan
- Uraian singkat isi pokok bahasan
- Penjelasan tujuan bab
- Uraian isi pelajaran
- Penjelasan teori
- Sajian contoh
- Ringkasan isi bab
- Soal latihan
- Kunci jawaban soal latihan
1. C. Bagian penunjang
- Daftar pustaka
- Lampiran-lampiran
5. MODUL :
1. Judul
2. Pengantar
3. Petunjuk penggunaan modul
4. Yujuan umum pembelajaran
5. Kemampuan prasyarat
6. Pretest
7. Tujuan khusus pembelajaran
8. Isi bahasan
9. Kegiatan belajar
10. Rangkuman
11. Tes
12. Sumber media yang digunakan
13. Tes akhir dan umpan balik
14. Rancangan pengajaran
15. Daftar pustaka
6. DIKTAT PELAJARAN:
A. Bagian Pendahuluan :
- Halaman judul.
- Kata pengantar.
- Daftar isi.
- Penjelasan tujuan diktat pelajaran.
B. Bagian Isi :
- Judul bab atau topik isi bahasan.
- Penjelasan tujuan bab.
- Uraian isi pelajaran.
- Penjelasan teori.
- Sajian contoh.
- Soal latihan.
C. Bagian penunjang :
- Daftar pustaka.
- Lampiran- lampiran.
7. ALAT PERAGA
A.Bagian Pembuka
– Halaman judul
– Lembar pengesahan
– Kata pengantar
– Daftar isi
B. Bagian isi
– Latar belakang pembuatan alat peraga
– Manfaat alat peraga
– Bahan yang digunakan
– Keadaan siswa sebelum dans esudah menggunakan alat peraga
– Prestasi siswa sebelum dan sesudah menggunakan alat peraga
– Foto / gambar alat peraga
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Langganan:
Postingan (Atom)